You are currently viewing 4 Wabah yang Lebih Ganas Sebelum COVID-19

4 Wabah yang Lebih Ganas Sebelum COVID-19

  • Post category:Fenomena
  • Post published:April 11, 2020
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:2 mins read

Sejak awal tahun 2020, seluruh dunia menghadapi wabah penyakit yang dikenal dengan Covid-19 (coronavirus disease 2019). Wabah yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019.

4 Wabah yang Lebih Ganas Sebelum COVID-19
Gambar: Ilustrasi Wabah Black Death

Pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan sebagai pandemi berdasarkan penyebarannya yang cepat dan luas. Hingga pada 10 April, kasus Covid-19 sudah menginjak angka 1.703.147, dengan jumlah kematian 102.846 dan 377.273 kesembuhan.

Pandemi Covid-19 yang muncul pada tahun 2020 memunculkan spekulasi bahwa setiap wabah muncul satu kali setiap satu abad dengan angka terakhir 20. Ini bukan hanya spekulasi atau teori semata, mari kita telusuri beberapa abad-abad sebelumnya.

Baca:  Mengharukan, Bocah 7 Tahun Berikan Celengan Ikannya, "Untuk Bantu Dokter Beli Masker"

Wabah Marseille

Pada tahun 1720, sebuah wabah muncul di kota Marseille, Prancis. Wabah yang muncul tersebut dikenal dengan dengan The Great Plague of Marseille, yang menewaskan lebih dari 100.000 orang.

Penyakit tersebut disinyalir berasal dari lalat yang terinfeksi virus ini kemudian dibawa ke manusia. Dampak dari wabah ini sangat besar, dibutuhkan 25 tahun untuk Kota Marseille bangkit dari wabah tersebut.

Wabah Kolera

Wabah yang pertama kali ditemukan di India pada tahun 1820 ini menyebar hampir ke seluruh negara di Asia termasuk Indonesia. Tercatat lebih dari 100.000 orang meninggal karena wabah ini. Penyakit tersebut berawal dari kualitas air minum dari air danau yang terkontaminasi dengan bakteri tersebut.

Baca:  Naik Kereta Api Tanpa Syarat Rapid Test! Cek Daftar KAI Berikut

Wabah Flu

Pada tahun 1920, sebuah wabah muncul di Spanyol. Wabah ini diduga merupakan mutasi genetikal dari virus flu H1N1 sehingga jauh lebih berbahaya dari virus flu normal. Flu Spanyol menginfeksi lebih dari 500 juta orang dan disebut sebagai wabah paling mematikan dalam sejarah peradaban umat manusia.

Itu beberapa kasus wabah yang menyebar diseluruh dunia beberapa abad terakhir. Apa itu hanya spekulasi atau teori? Tidak ada yang tau.

Black Death

Akan tetapi ada wabah yang lebih ganas terjadi pada abad 14 di benua biru, mereka menyebutnya sebagai BLACK DEATH. Wabah ini diperkirakan memakan 60% populasi bangsa Eropa dan diklaim sebagai wabah terburuk sepanjang sejarah.

Baca:  Viral, Antisipasi Covid-19 Universitas di Jepang Lakukan Wisuda Online Pakai Robot, Begini Teknisnya

Wabah ini sangat mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat saat itu seperti malnutrisi, kemiskinan, kelaparan, inflasi, perang dan kekhawatiran ekonomi lainnya.

Wabah merupakan perang bersama seluruh umat manusia. Bukan hanya tugas tenaga kesehatan saja yang berada di garda terdepan, tetapi juga tugas masing-masing kita untuk melawan wabah ini dengan tetap berada di rumah (#stayathome). Agar penyakit ini cepat ditangani terutama di negeri kita tercinta, Indonesia.

Referensi :

  • https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/24/124434465/wabah-penyakit-menular-terjadi-setiap-100-tahun
  • https://www.worldometers.info/coronavirus/
  • https://hype.grid.id/read/432072509/pandemi-virus-corona-bak-siklus-tahunan-yang-berulang-sejarah-mencatat-jika-100-tahun-sekali-akan-muncul-wabah-di-tahun-dengan-akhiran-angka-20-benarkah?page=all
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Coronavirus_disease_2019
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death

Leave a Reply